Revano menjelaskan pada Asma apa saja yang harus mereka katakan, dan lakukan nantinya. Revano tidak merasa takut kalau supirnya mendengarkan pembicaraan mereka. Tagor, supirnya itu sangat bisa ia percaya. Yang ia khawatirkan justru Asma, yang takutnya tidak bisa mengikuti rencana yang sudah ia buat. Gadis mungil itu tidak mendebat apa yang dikatakan Revano, ia hanya mengangguk saja tanda setuju. Tiba di halaman rumah Revano. "Ini rumah Om Buto Ijo?" "Iya, ayo turun," Revano ke luar dari mobil lebih dulu. Asma mengikuti Revano sambil menatap rumah besar di depannya. "Ehmmm," kepala Asma mengangguk-angguk. "Kenapa?" Revano menatap Asma dengan perasaan heran. "Rumahnya tinggi sekali, pasti banyak raksasa di dalamnya," gumaman Asma membuat Revano tersenyum. "Ayo, ingat apa renca

